Chai Chaga Liar


Keinginan akan chai di larut malam biasanya berujung pada masalah kafein. Ini jawabannya: chai berbumbu dan creamy yang dibuat dari rooibos (teh semak merah Afrika Selatan), yang diseduh tanpa kafein secara alami. Rebus di atas kompor dengan susu untuk latte chai yang hangat dan earthy, kapan pun siang atau malam. Jahe, kayu manis Ceylon, kapulaga hijau, dan cengkeh memberikan rempah chai hangat yang klasik, kelapa menambah kekentalan creamy, dan chaga yang dipanen liar (jamur birch) memberikan kedalaman earthy yang khas hutan.
Rooibos memiliki karakter yang lembut dan mirip chai secara alami, itulah yang membuatnya menjadi dasar tanpa kafein yang sangat baik. Chaga menambahkan kedalaman earthy yang menenangkan di bawah rempah, sedikit seperti lantai hutan, dan kelapa membuat seluruh cangkir terasa lembut seperti latte.
Kami mencampurnya dalam batch kecil di Portland. Ini memadukan tradisi India tentang chai berbumbu dengan dasar rooibos Afrika Selatan, dengan sentuhan woodsy yang dipanen liar dari chaga.
Bahan: rooibos, jahe, kayu manis Ceylon, chaga, kelapa alami, kapulaga hijau, cengkeh. Bebas kafein. Tanpa gula, tanpa pengawet. Vegan.
Bagaimana cara menyeduhnya?
Gunakan satu sendok teh per delapan ons air dalam panci. Didihkan dengan api besar pada suhu 212°F selama dua hingga tiga menit. Tambahkan susu dengan perbandingan satu bagian susu untuk tiga bagian air. Biarkan mendidih selama dua menit lagi, lalu saring, tambahkan pemanis sesuai selera, dan sajikan.
Apakah bebas kafein?
Ya. Dasar rooibos tidak mengandung kafein, menjadikannya chai yang cocok untuk malam hari.
Seperti apa rasa chaga?
Earthy dan woodsy, kedalaman jamur yang terasa di bawah rempah, bukan di atasnya. Jahe dan kayu manis tetap menjadi yang utama dalam cangkir ini.
Apakah saya harus menggunakan susu?
Tidak, tetapi akan lebih nikmat dengan susu dan sedikit pemanis. Kelapa sudah membuatnya creamy. Susu murni atau susu nabati apa pun bisa digunakan.