Ceylon Hitam


Category: Tea & Infusions
Secangkir teh yang bersih dan cerah, yang menyatu sempurna dengan susu atau tetap jernih dinikmati begitu saja: inilah teh hitam yang menjadi penopang sore hari. Teh hitam Ceylon, yang ditanam di dataran tinggi sejuk Sri Lanka, menghasilkan warna amber kemerahan dengan sentuhan citrus yang segar serta akhir yang halus dan hidup. Nikmati hangat di sore hari, dengan es di hari yang panas, atau dengan sedikit susu di samping roti panggang sarapan.
Sri Lanka, yang sejak lama dikenal dengan nama lamanya Ceylon, telah menanam teh di dataran tingginya sejak abad kesembilan belas, dan pulau ini memberikan salah satu cangkir teh sore yang paling ikonik. Kandungan kafeinnya berada di kisaran sedang yang menyegarkan, memberikan dorongan yang nyata tanpa rasa berat seperti teh malt yang lebih kuat.
Satu bahan: teh hitam. Tanpa gula, tanpa pengawet. Vegan.
Bagaimana cara menyeduhnya?
Gunakan satu sendok teh daun teh untuk setiap delapan ons air. Panaskan air segar hingga sekitar 200°F dan tuangkan ke atas daun teh. Seduh selama tiga menit, lalu angkat daunnya. Gunakan daun segar setiap kali menyeduh.
Apakah nikmat disajikan panas dan dingin?
Keduanya sama nikmatnya. Untuk es teh, seduh sedikit lebih kuat karena es akan mengencerkan rasa, lalu tuangkan ke atas segelas penuh es. Saat panas, teh ini tetap nikmat dengan susu atau jernih dinikmati begitu saja.
Seperti apa rasanya?
Segar dan cerah, dengan sentuhan citrus dan akhir yang halus. Ini adalah teh hitam sehari-hari yang seimbang, tidak semalti Assam dan lebih lembut daripada campuran sarapan yang kuat.
Apa yang cocok dipadukan dengannya?
Roti panggang mentega, scone, shortbread, atau sepotong kue lemon. Kesegarannya memotong gigitan kaya dan bermentega serta menjaga rasa tetap segar di mulut.









